wolverine
Sabtu, 24 Maret 2018

“RUMAH TUHAN ADALAH ISTANA HATIKU”

MAZMUR 122:1

“"Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: 'Mari kita pergi ke rumah TUHAN.'" Ende hananangkok sian si Daud. Las do rohangku di angka na mandok tu ahu: Beta hita manopot bagas ni Jahowa!
Kita sering mendengar ungkapan “Rumahku adalah istanaku”, perkataan ini ingin menunjukkan bahwa tempat terbaik baginya adalah rumahnya sendiri, sehingga dia selalu rindu untuk pulang ke rumahnya. Namun bagi Daud, rumah Tuhan adalah tempat terbaik baginya sehingga ia selalu merindukannya. Daud sangat bersukacita ketika pergi kerumah Tuhan, ke bait Allah. Bagi orang-orang yang sungguh telah mengenal Tuhan, akan mempunyai kerinduan yang kuat untuk beribadah, mereka mempunyai kerinduan untuk melakukan pelayanan kebaktian, memuji, menyembah Tuhan, membawa persembahan keruman Tuhan. Bahkan mereka juga akan membawa orang -orang untuk berbakti kepada Tuhan dan itulah yang menjadi sukacita mereka.
Daud benar-benar memiliki kehidupan rohani yang berkualitas. Kesungguhannya dalam beribadah kepada Tuhan tak diragukan lagi. Tiada hari terlewatkan tanpa membangun keintiman dengan Tuhan. Di mana pun dan kapan pun ia suka sekali memuji-muji Tuhan. "Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku." (Mazmur 34:2). Berdoa serta merenungkan firman Tuhan siang dan malam adalah gaya hidup Daud setiap hari. Ia berkata, "Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik." (Mazmur 84:11). Ini menunjukkan bahwa Daud sangat mengasihi Tuhan. Karena kasihnya kepada Tuhan Daud lebih menyukai berada di pelataran Tuhan meskipun itu hanya satu hari dibandingkan seribu hari berada di tempat lain. Dengan kata lain Daud rindu berada di dalam hadirat Tuhan.
Sejauh mana Kerinduan kita untuk datang ke rumah Tuhan? Pernahkah kita berkomitmen bahwa tempat terbaik adalah rumah Tuhan? Ada banyak orang Kristen yang justru memiliki respons sebaliknya ketika diajak untuk beribadah. Mereka tidak semangat, malas, ogah-ogahan dan cenderung bersikap skeptis, apalagi jika dihimbau untuk turut terlibat dalam pelayanan. Mereka lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan urusan pribadi sehingga urusan rohani menjadi urusan nomor sekian. Dengan berbagai alasan mereka pun berusaha menghindarkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah yang ada dengan alasan banyak pekerjaan, terlalu sibuk atau sangat lelah. Firman Tuhan mengingatkan kita, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25). Dengan merasakan indahnya persekutuan dengan Tuhan di rumahNya yang Kudus, sudah sepantasnya kita membagikan pengalaman ini kepada orang lain, sehingga semua orang memiliki kerinduan yang sama untuk datang ke rumah Tuhan. Rumah Tuhan adalah istana hatiku.Amin.

Selamat Pagi dan Selamat beraktivitas…

Posted by GKPI Depok