“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.” (Alai ndang pola las rohamuna, ala naung guru dokmu angka tondi i. On ma tahe halashon hamu: Naung tarsurat goarmuna di banua ginjang i!)
Nas ini berkata tentang ucapan Syukur dan kegembiraan Yesus. Mengapa Yesus mengucapkan Syukur dan bergembira? dalam Perikop sebelumnya di katakan tentang kembalinya ke tujuh puluh murid. ke 70 murid itu telah berhasil menjalankan misi yang diberikan oleh Yesus kepada mereka yaitu mempersiapkan jalan bagi karya penyelamatan-Nya. Mereka berhasiil menaklukkan dan mengusir setan-setan. Inilah yang melatarbelakangi ucapan Syukur dan kegembiraan Yesus.
Pada umumnya setiap orang pastilah mengejar kesuksesan. Berbagai macam cara ditempuh agar ia meraih kesuksesan itu. Luapan kegembiraan sungguh dituangkan bila sesuatu yang diharapkannya bisa tercapai. Dan tidak jarang juga ada orang yang semangat menceritakan kesuksesannya kepada orang lain. Hal serupa juga dilakukan oleh para murid seperti yang diceriterakan dalam injil hari ini. Mereka dengan bangga dan bersemangat menceritakan kesuksesan mereka kepada Yesus tentang segala perbuatan yang mereka lakukan yaitu mengusir roh-roh jahat. Bagi para murid hal itu adalah capaian yang tidak ternilai harganya. Setelah mengikuti Yesus dan bersama-sama dengan Dia setiap hari, mereka akhirnya dapat mengusir setan-setan. Maka, tidak heran jika mereka sangat bergembira dan bangga, karena untuk mereka itu adalah kesuksesan yang luar biasa dan capaian yang sangat berharga sebagai murid Yesus.
Namun, tanggapan Yesus berbeda tidak seperti yang diharapkan para murid. Yesus bukan tidak bergembira atas perbuatan yang mereka lakukan, tetapi Yesus tidak ingin mereka puas hanya pada tahap itu saja. Yesus mengingatkan mereka bahwa kegembiraan injil bukan terutama dalam kesuksesan duniawi yang tampak dengan kasat mata. Dan kesuksesan bukanlah diukur dengan banyaknya mengusir setan dan mempertobatkan orang, melainkan dari partisipasi seseorang dalam membangun kerajaan Allah dan ikut serta di dalamnya. Bergembira meski mendapat penolakan dan tetap bertekun dalam perbuatan-perbuatan baik.
Jangan bersukacita dalam pelayanan yang berhasil, tetapi bersukacitalah karena hubunganmu yang benar dengan Yesus. Jebakan dalam pekerjaan Kristen ialah bersukacita dalam pelayanan yang berhasil, sehingga melupakan hubungan yang benar dengan Yesus. Pedoman penuntun bagi orang percaya adalah Allah sendiri, bukannya keberhasilan, yang sifatnya relatif. Bersukacitalah karena Allah telah menunjukkan kasihNya dan anugerahNya kepadamu, sehingga kamu boleh mengenal dan mengasihi Dia, dan boleh hidup dalam bersekutuan dengan Dia. Janganlah bersuka-cita karena bermacam-macam karunia itu, dan janganlah menjadi sombong atas berbagai-bagai hasil akibat pemberitaan Injil! Sebab bahaya sekali jika kita memandang bahwa diri kita dan pekerjaan kita sendiri terlalu penting!
Untuk itu teruslah berkarya memberitakan Injil kerajaan Allah, dan jangan pernah puas dengan apa yang telah kita perbuat. Waspadalah terhadap orang-orang yang membuat keberhasilan pelayanan sebagai dasar motivasi/daya tarik pelayanan. Yang penting adalah karya yang diperbuat Allah melalui kita, bukan apa yang kita lakukan untuk Dia. Kita bersukacital bukan karena keberhasilan kita tetapi karena nama kita ada terdaftar di surga.
Selamat Pagi dan Selamat beraktivitas…
