Yeremia 17:7: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan (Alai martua ma baoa na marhaposan tu Jahowa, jala Jahowa haporusanna dibahen).
Di tengah reruntuhan kota Yerusalem dan orang-orang Israel yang terbuang juga berpikir bahwa Tuhan telah dikalahkan oleh dewa-dewa Babel. Merekapun semakin jauh dari Tuhan, mereka pun sudah menyembah dan memuja berhala, sehingga dosa-dosa bangsa Israel sudah tergores permanen. Maka Yeremia menyampaikan firman bahwa Tuhan sebagai khalik adalah Raja, yang memerintah jalannya sejarah di atas bumi dan yang dalam tangan-Nya terletak nasib bangsa-bangsa. Dewa-dewa lain tidak berkuasa, bahkan tidak berada sama sekali. Kerajaan Nebukadnezar yang besar akan berakhir, sebab kuasa Nebukadnezar tidak sebanding dengan kuasa Tuhan. Maka dengan kuasa-Nya, Tuhan juga akan membawa umat-Nya ke negeri mereka dan juga kembali kepada-Nya untuk melihat tindakan-tindakan-Nya yang agung.
Pada waktu itulah mereka akan melihat kepada Dia, Allah yang menjadikan dunia ini dan segala isinya. Karena itu, Yeremia mengingatkan kita, bahwa jika kita memang mengaku bahwa Allah kita adalah Allah yang Kekal, Allah yang berkuasa, dan tidak ada yang sama seperti Allah, maka sedikitnya itu akan nampak dalam kehidupan kita: yaitu kita tidak membiarkan ketakutan menguasai kita sedemikian rupa sehingga membuat kita hidup seperti orang yang tidak mempunyai Allah. Allah kita lebih besar dari segala sesuatu yang menakutkan kita, karena itu pengakuan iman adalah bahwa Allah kita berkuasa, akan membuat kita hidup dalam penyerahan diri dan kebergantungan terhadap Allah. Lalu apa yang kita dapatkan ketika kita bergantung dan mengandalkan Tuhan ? Maka hidup kita akan diberkati-Nya.
Selamat Pagi dan Selamat beraktifitas…
