Amsal 11:9: Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan (Marhite-hite pamangan ni pangansi mago donganna dibahen, alai marhite-hite parbinotoan ni halak partigor malua nasida).
Sungguh berharga suatu nasehat yang disampaikan kepada kita oleh siapapun orangnya. Sebab nasehat yang kita dengarkan, terlebih berasal dari orangtua adalah sebagai landasan atau dasar bagi kita untuk menjalani kehidupan, dan setiap yang mengabaikan nasehat pasti akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidupnya menjadi perkataan yang tidak memiliki arti, melainkan sebuah nasehat keluar dari orang yang lebih bijaksana dari kita. Sebab, nasehat yang sampai kepada kita tidaklah disampaikan begitu saja keluar dari mulut.
Amsal ini adalah nasihat-nasihat Salomo yang ditujukan kepada semua orang menjadi bijak, hidup benar dan tidak menjadi orang bodoh atau fasik. Hidup benar berarti memperlakuan orang lain dengan adil dan jujur, sehingga orang yang benar dan taat kepada Tuhan menyebabkan seluruh komunitas diberkati oleh Tuhan. Tetapi orang fasik selalu membawa kebinasaan kepada orang lain, ketika orang fasik itu menipu dan mencemooh sesamanya manusia. Sebab orang fasik tidak memakai akal sehat ketika berbicara, pembicaraannya selalu bodoh dan tidak mempunyai tujuan. Karena itu, kita adalah orang-orang yang sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan melalui kematian-Nya kita menjadi ciptaan yang baru, yang tentu saja kita adalah manusia yang diberi akal dan pikiran untuk memiliki hikmat dan membuat kita hidup di dalam kebenaran , kejujuran dan keadilan.
Selamat Pagi dan Selamat beraktifitas…
