Amos 5:5-6a : Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyebrang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap. “Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup (Unang tagonan lului hamu Betel, jala unang laho hamu tu Gilgal, jala unang taripar hamu tu Berseba! Ai tarboan tu habuangan sogot ia Gilgal, jala ia Betel gabe sisoada . Lului hamu ma Jahowa, asa mangolu hamu).
Amos bukanlah seorang nabi ‘profesional’ yang menjadi anggota perkumpulan nabi atau berkarya di istana raja. Sebaliknya, ia adalah seorang peternak domba (1:1) dan pemungut buah ara (7:14) di dekat kota kecil Tekoa yang terletak di selatan Yerusalem. Namun, Tuhan memilih Amos untuk menyampaikan firman-Nya kepada umat dan pemimpin kerajaan utara (Israel). Amos diutus untuk memberitahu umat Israel bahwa Tuhan akan menghukum mereka, sebab orang kaya dan penguasa negeri itu merampok kaum miskin dan memperlakukan mereka dengan tidak adil. Selain itu, banyak umat dan para imam mereka menyembah ilah-ilah lain selain Tuhan di tempat-tempat ibadah yang didirikan raja-raja Israel.
Betel artinya “rumah Allah”, kadang-kadang disebut “Bet Awen” yang artinya rumah kesia-sian. Bersyeba adalah sebuah tempat ibadah kuno di Selatan Yehuda semasa leluhur Israel; Abraham, Ishak dan Yakub. Namun, Tuhan memperingatkan umat untuk tidak pergi ke tempat-tempat ini sebab akan dihancurkan. Sebaliknya, mereka harus kembali kepada Tuhan dengan doa yang sungguh-sungguh dan dengan hidup menurut kehendak Tuhan.
Selamat Pagi dan Selamat beraktifitas…
