wolverine

"Jangan Keraskan Hatimu"

Ibrani 3:15: Tetapi apabila pernah dikatakan:”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman (Uju I ma didok: “Sadarion, di na binegemuna soarana, unang ma papir hamu rohamuna, songon nasida na tangkang roha uju i).
Surat Ibrani berbicara tentang iman dengan cara yang khas, yaitu mengarahkan jemaat Kristen untuk memandang Yesus sebagai Imam Besar yang sempurna. Ia mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban yang sempurna untuk menghapus dosa manusia, sekali untuk selama-lamanya. Jemaat Kristen yang sudah beroleh bagian di dalam Kristus, tidak boleh mengeraskan hatinya. Karena ketika mereka mengeraskan hati maka ada konsekuensi dari Allah. Seperti bangsa Israel, yang telah mendapatkan kebebasan dari perbudakan Mesir, tetapi mereka tetap mengeraskan hati dengan terus menerus mengeluh dan tidak menaati perintah Allah, akhirnya sebagian besar mereka yang meninggalkan mesir tidak dapat diizinkan masuk ke tanah perjanjian.
Allah tidak ingin hanya sebagian dari kehidupan kita yang menyembah ketika kita beribadah, namun Ia meminta segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan. Allah tidak tertarik pada komitmen setengah hati apalagi sampai mengeraskan hati, tetapi harus benar-benar segenap hati menyembah, mengungkapkan rasa hormat, kekaguman dan ketakjuban penuh puja. Sebab Dia-lah Tuhan kita yang telah memberikan keselamatan bagi kita melalui kematian Yesus Kristus, sehingga kita beroleh bagian di dalam Kristus.

Selamat Pagi dan Selamat beraktifitas…
Posted by GKPI Depok