wolverine

"Tuhan Mendengar Doa"

Yunus 2:7: Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus (Uju mandate hosangku dibagasan, Jahowa ma huingot, jadi sahat ma tangiangku tu ho, tu joro ni habadiaonmi).
Yunus terlempar ke dalam liang di bawah bagian laut yang terdalam dan jauh dari Bait Allah. Namun, tidak ada jarak jasmani yang terlalu jauh bagi Allah untuk mendengar doa Yunus. Di dalam doa Yunus yang berisi doa syukur, terlihat seolah-olah ia sudah selamat, ia menyaksikan bagaimana rasanya terpisah dari Allah secara jasmani dan rohani, ternyata tidak menyenangkan. Yunus juga menyaksikan bagaimana kasih setia Tuhan bukan hanya kepada dirinya tetapi juga kepada bangsa-bangsa yang berpegang teguh kepada berhala-hala yaitu penduduk kota Niniwe, itu sebabnya Tuhan mengutusnya ke Niniwe agar mereka semua bertobat. Yunus menyatakan di dalam doanya bahwa keselamatan itu datangnya hanya dari Tuhan saja.
Tuhan sanggup menyelamatkan semua yang Ia kasihi, bagi Tuhan tidak ada jarak jasmani yang terlalu jauh untuk mendengar doa kita, Tuhan Yesus sejauh doa kita. Tuhan mendengar doa orang-orang yang Ia kasihi, yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya.
Alkitab tidak pernah berhenti menasihati agar kita selalu bertekun di dalam doa. Itulah yang dikehendaki Tuhan! Banyak orang Kristen yang merasa dan menjadikan doa sebagai suatu hal yang sulit dilakukan. Sehari ada 24 jam, tapi rasa-rasanya kita sulit menyediakan waktu; jangankan 1 jam, beberapa menit saja kita sepertinya tak mampu, padahal berdoa itu sangat penting dan harus menjadi bagian hidup kita. Apa sebenarnya yang terjadi ketika kita berdoa? Kita berkomunikasi dengan Tuhan; suatu hubungan yang intim/akrab antara kita sebagai anak dengan Tuhan sebagai Bapa kita. Hubungan ini bersifat dua arah: kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan dan kita memberi kesempatan Dia berbicara kepada kita. Karena itu, tetaplah berdoa.
Selamat Pagi dan Selamat beraktifitas…
Posted by GKPI Depok